Ah, sungguh untuk menulis kembali di halaman ini saya membutuhkan waktu yang lama.
harus saya kumpulkan dlulu niat untuk kembali menuangkan apa yang ada di kepala.
baik, akan saya mulai...
tapi, harus dari mana?
menyapa mu?
atau menanyakan perihal kabar mu?
saya seperti orang yang kebingungan di tengah hutan, sial !
kurasa semua penting bagi saya
tapi, percuma saja saya utarakan semuanya disini. Mungkin kamu tidak akan membacanya.
kalau pun ternyata kamu membaca tulisan saya, ketahuilah saya sungguh merindukan kamu, saya masih menunggu telepon saya berbunyi menampilkan nama kamu. Bisakah kamu segera mengabari saya? Setidaknya kabar mu saya ketahui di tengah pedemi ini dan rindu sedikit berkurang walau tak ada balasan rindu yang saya temui.
saya sudah pernah berada di fase seperti ini.
merindukan sosok yang tak pernah saya tau apakah juga merindukan saya.
berada padaa hubungan yang tak jelas arahnya.
tapi, alih-alih tidak mengulang situasi tersebut, saya kini kembali terjebak.
dulu saya tidak pernah berfikir hanya karena berkomunikasi perihal sebuah foto akan membawa saya di hari sekarang, hari dimana mendapatkan notifikasi dari kamu menjadi hal yang membahagiakan bagi saya. bahkan saya ingin menjadi alasan yang mampu membuat kamu tersenyum ditiap harinya.
saya dan kamu memang nyata adanya.
brjalan selayakanya muda-mudi yang saling mencintai.
tapi tak kunjung menemukan tujuan yang sama.
entah karena kamu yang masih membiarkan diri terjebak pada masa lalu.
tidak, kamu tidak terjebak pada masa lalu.
itu yang sempat kamu katakan waktu itu, lalu meminta saya untuk menjalani hari-hari bersama mu.
meminta saya untuk menganggap kamu adalah hal yang penting.
saya tidak masalah, hitung-hitung ini kesempatan agar saya tidak menganggap semua lelaki itu sama dan mencoba menata hal baru.
lalu tanpa kau sadari mematahkan harapan yang baru saya bangun.
kamu kembali menghilang.
membiarkan saya dipatahkan dengan harapan saya sendiri.
hingga semua tampak jelas, kita memang melangkah bersama.
namun, pada tujuan yang berbeda.
harap saya mungkin tidak akan menjadi nyata.
atau mungkin belum saatnya menjadi nyata
entahlah...
maaf,
atas hadirku.
untuk rasa yang masih tetap sama.
jika saja semesta membawa kamu pada halaman ini dan membacanya.
percayalah ada rasa senang yang tak dapat saya sembunyikan karena, apa yang tidak sanggup saya utarakan akhirnya tersampaikan walau melalui sebuah perantara.
tapi, saya juga takut saat setelah kamu membacanya lalu memilih benar-benar pergi hingga tak sanggup saya gapai lagi. kuharap tak terlintas inginmu untuk pergi.
yang harus kamu tau,
saya akan tetap di sini.
membiarkan semesta membawa saya pada jalan yang seharusnya.
atau menunggu semesta menyadarkan kamu dan mengabulkan sebuah harap untuk kita bersama.
"berbicara soal perasaan memang sederhana.
tapi, berbicara soal perasaan ingin memiliki itu yang sulit"
semoga April membawa kabar baik kali ini.
semua lekas pulih, bumi dan juga hati.
lau kita segera kembali bertemu dan bersua.
agar rindu tak lagi bertambah dan menyiksa.
Pinrang, 06 April 2020
dari sosok yang merindukan kamu,
Fatjan
